Ngeri, Bocah ini gak sengaja makan potongan jari manusia di jajanan kaki lima
Ngeri, Bocah ini gak sengaja makan potongan jari manusia di jajanan kaki lima
Seorang bocah asal Brasil terkejut setengah mati ketika menemukan potongan jari manusia dalam jajanan kaki lima kesukaannya.
Ketika itu, seperti biasa Victor Santos (14) membeli jajanan kaki lima kesukaannya. Camilan khas Brasil bernama Esfihas itu memang kerap digandrungi anak sekolah di Brasil.
Esfihas adalah camilan populer di Brasil dan Argentina. Esfihas berjenis pie dengan isian daging kambing, sapi atau ayam.
Siang itu sepulang sekolah, Victor minta dibelikan sekotak Esfihas kepada orangtuanya. Kepada polisi ia mengatakan memesan sekotak pie dari sebuah takeaway lokal di dekat rumah mereka di São Paulo, Brasil.
“Ketika tiba, anak saya memilih salah satu kue yang merupakan favorit anak saya,” ujar Elisangela (38) ibu Victor.
Jajanan kaki lima di restoran Esfihas
Jajanan kaki lima di restoran Esfihas Photo: Daily Star
Namun ia tak menyangka apa yang ditemukan anaknya setelah mengunyah gigitan kedua camilan kesukaannya itu. Victor sangat terkejut menemukan setengah potongan jari lengkap dengan kuku yang masih menempel.
Elisangela mengatakan, anaknya sempat berteriak histeris dan memuntahkan seluruh isi mulutnya.
Menarik berikutnya
Memperbaiki penglihatan dalam 2 minggu itu mudah! Tiap hari minum... Memperbaiki penglihatan dalam 2 minggu itu mudah! Tiap hari minum...
Pakar diabetes: "Lupakan insulin! Diabetes bisa diobati dengan produk biasa..." Pakar diabetes: "Lupakan insulin! Diabetes bisa diobati dengan produk biasa..."
Jika kutil muncul pada leher atau punggung, artinya tubuhmu... Jika kutil muncul pada leher atau punggung, artinya tubuhmu...
“Sambil histeris ia memuntahkan makanannya, dan berkata telah memakan jari manusia. Ada jari manusia dalam Esfihas,” ujarnya.
Dengan ketakutan, ia segera menelepon sang suami dan mengembalikan kue yang dipesan dengan penuh ketakutan.
Saat sampai di restoran cepat saji itu seorang petugas restoran dan koki di sana menjelaskan bahwa ada seorang koki yang secara tidak sengaja memotong jarinya saat menyiapkan makanan, beberapa hari sebelumnya.
Namun si koki tidak menceritakan bahwa jarinya hilang dalam tumpukan makanan yang ia siapkan.
Dilansir laman Daily Star, Eduardo do Carmo Santos, pemilik Companhia da Esfiha, telah dilaporkan ke petugas keamanan setempat, ia mengakau kepada polisi bahwa salah satu karyawannya tak sengaja telah memotong ujung jari telunjuk mereka saat sedang mengiris pepperoni.
Koki itu, bernama Jesus de Souza Silva, 55, telah menggunakan alat pengiris daging pada hari Rabu sebelumnya ketika kecelakaan itu diduga terjadi.
“(Yesus) mencari ujung jarinya yang hilang di makanan, di lantai dapur dan di peralatan yang digunakan untuk memotong pepperoni tetapi tidak dapat menemukannya. Dia dibawa ke rumah sakit untuk perawatan darurat dan kami menutup restoran selama beberapa hari,” ujar Eduardo kepada polisi.
Pada saat yang bersamaan, Victor dan ibunya sempat mengambil gambar potongan jari yang tak sengaja masuk ke dalam mulut dan sempat ia muntahkan.
Foto itu menunjukkan ujung jari yang bersih tanpa darah, namun nampak pucat dengan kuku yang masih utuh. Pada bagian kulit sudah nampak kering keriput karena melewati sushu tinggi dalam oven.
Terlihat pula tulang rawan dan ujung-ujung tulang yang bergerigi menonjol dari bagian bawah yang terpotong.
Akhirnya pihak kepolisian memutuskan untuk menutup sementara restoran tersebut untuk investigasi. namun kini sudah dibuka kembali. nampaknya orangtua Victor dan pemilik restoran sudah berdamai tanpa tanpa melaporkan kecelakaan kerja ke otoritas kesehatan dan keselamatan daerah.
Sebelumnya setelah menedengar kejadian itu, sekelompok warga berkerumun di depan toko dan menuntut penjelasan soal potongan jari dalam makanan.
Setelah kejadian itu, Victor sempat mengalami trauma.
“Anak saya sakit ketika dia menyadari apa yang ada di mulutnya dan bahwa dia hampir menelannya. Dia benar-benar terguncang dan menderita mimpi buruk setelah pengalaman yang mengerikan ini.”
Tim pakar kesehatan dan keselamatan dari Consumer Protection Institute (Idec) mengunjungi restoran tersebut dalam beberapa jam dan memerintahkannya untuk tutup menyusul kegagalannya yang nyata untuk memenuhi standar kebersihan dan kondisi keselamatan.
Pemiliknya menghadapi denda besar karena standar konsumen yang tidak memadai bersama dengan tuduhan kriminal atas cedera tubuh yang dapat disalahkan dan membahayakan kesehatan dan kehidupan anak di bawah umur dan pekerja.
Bukti telah dikumpulkan oleh Institute of Forensic Medicine dan sedang diperiksa sebagai bagian dari proses pidana.
