Beredar Fot0 Seorang Ayah Larang Putrinya Memakai Hijab di Lampung? Cek Faktanya
Beredar kolase foto yang memperlihatkan seorang ayah memukul anak perempuannya di Lampung. Diklaim, si Ayah melarang anaknya memakai hijab.
Foto
tersebut disebar akun Facebook Dede Wulandari pada Rabu, 23 September
2020. Pemilik akun juga menyertakan narasi pada unggahan fotonya.
Berikut penggalan narasi tersebut:
"HEBOH DI KOTA LAMPUNG TEPATNYA DIMETRO BERAKHIR TRAGIS SEORANG AYAH MELARANG ANAKNYA BERHIJAB.."
Penelusuran:
Dari
hasil penelusuran, klaim pada foto bahwa seorang ayah di Lampung
melarang anaknya menggunakan hijab adalah salah. Faktanya, peristiwa
pada foto yang beredar terjadi di Tiongkok dan tidak ada hubunganya
dengan hijab. Melalui padanan gambar, ditemukan foto identik pada
artikel berjudul "Horrifying moment Chinese man brutally beats his
daughter before tying her to his motorbike and DRAGGING her behind it"
dimuat Dailymail.co.uk pada 1 Maret 2018. Pada artikel itu dijelaskan,
seorang ayah berusia 38 tahun bernama Wei memukul dan mengikat anak
perempuanya berumur 10 tahun di Provinsi Guangxi, Barat Daya Tiongkok.
Pria
itu sudah ditahan setelah polisi setempat menerima rekaman video
kekerasan pada korban. Rekaman ponsel berdurasi tiga menit menunjukkan
Wei memukuli pantat, punggung, dan kepala putrinya dengan tongkat kayu.
Pria itu kemudian menyeret putrinya ke belakang skuter dan pergi ke
sepanjang jalan yang dipenuhi puing-puing. Video tersebut diyakini
diambil di kota Ya Long di Kabupaten Otonomi Da Hua Yao di Provinsi
Guangxi pada 28 Februari 2018.
Kesimpulan:
Klaim
pada foto bahwa seorang ayah di Lampung melarang anaknya menggunakan
hijab adalah salah. Faktanya, peristiwa pada foto yang beredar terjadi
di Tiongkok dan tidak ada hubunganya dengan hijab.
Informasi ini
masuk kategori hoaks jenis false context (konteks keliru). False
context adalah sebuah konten yang disajikan dengan narasi dan konteks
yang salah. Biasanya, false context memuat pernyataan, foto, atau video
peristiwa yang pernah terjadi pada suatu tempat, namun secara konteks
yang ditulis tidak sesuai dengan fakta yang ada.
Referensi:
dailymail.co.uk
