Kisah sutowo, Meski Hanya 'Penjual Es' Namun Kegigihannya Mampu Antarkan Sang Anak Jadi sarjana
Tidak ada yang tak mungkin terjadi bila disertai tekad dan kegigihan besar dalam mencapainya. Hal ini pula yang ingin dibuktikan oleh seorang penjual es gabus atau es roti di Surabaya, Sutowo.
Ayah 64 tahun ini memang hanya menekuni pekerjaan (maaf) rendah, yang berpenghasilan tidak tetap. Namun kini dia telah menunjukkan pencapaian besarnya dari profesinya tersebut, dengan menghantarkan sang anak ke perguruan tinggi.
“Kan rezeki yang menentukan Allah. Kadang orang memburu rezeki, tapi tidak memburu yang memberi rezeki,” kata Sutowo.
Anak semata wayangnya yang kini telah menikah sebelumnya berhasil dia sekolahkan sampai ke jenjang tinggi.
“Anak saya satu, cucu dua. Anak saya lulusan dari universitas,” imbuh Sutowo.
Dokter Tiongkok menunjukkan seberapa cepat dan murah Anda dapat memulihkan punggung dan persendian
Kenapa bingung hilangkan bau mulut? Cukup satu sendok ini di pagi hari dan
Tak perlu dilaser jika penglihatan mulai kabur, cukup ambil
Untuk mewujudkan pencapaiannya itu, Sutowo dibantu oleh istrinya, yang turut bekerja menjadi buruh pabrik, seperti dilansir newsdetik.com.
Namun pada 2009, takdir berkata lain. Istrinya pergi menghadap Ilahi.
“Istri saya sudah meninggal tahun 2009 lalu,” tuturnya.
Meski telah ditinggal pergi oleh wanita yang menjadi separuh nyawanya, Sutowo tak patah semangat begitu saja. Dengan kegigihannya, dia terus berjualan, menjajakan es gabus dengan menggunakan sepeda angin.
Hingga kini, Sutowo masih bertahan berjualan es gabus. Bahkan sekarang ia juga menjajakan jajanan lain seperti jipang, blendong, dan jepit.
