S4dis! Hanya karena Laju Kendaraannya Terganggu, Seorang Profesor Puku|i Tukang Sampah hingga Berdarah
Seorang profesor harus berhadapan dengan hukum karena melakukan tindakan yang tak sepantasnya. Ia harus mempertanggungjawabkan perbuatannya setelah menganiaya seorang tukang sampah.
Sebagaimana diberitakan Asia One, Senin (9/10/2017), seorang profesor di China bermarga Ge diskors dari universitasnya setelah memukul seorang tukang sampah hingga terluka. Tak hanya itu, ia juga mendapat sanksi lain berupa denda dan kurungan penjara.
Pada 4 Oktober 2017, Ge dan seorang teman wanitanya diketahui menganiaya seorang wanita yang bekerja sebagai petugas kebersihan. Mereka melakukan tindakan tersebut karena kesal truk milik pengangkut sampah yang bernama Liu itu menghalangi laju mobilnya. Menurut mereka, waktunya yang sangat berharga jadi terbuang sia-sia karena hal tersebut.
Ge yang marah langsung turun dari kendaraannya. Setelah itu, ia langsung menghampiri petugas kebersihan tersebut dan langsung menyerangnya. Akibat tindak kekerasan yang dilakukannya, Liu terluka hingga darah mengalir deras di wajahnya.
Insiden ini terjadi di depan apartemen yang terletak di Kota Xian, China. Salah satu penghuni apartemen berhasil mengabadikan peristiwa ini dalam sebuah foto.
Ia mengaku mendengar suara gaduh di luar tempat tinggalnya. Karena penasaran, ia pun segera keluar untuk menyelidikinya.
"Saya sedang beristirahat di rumah ketika saya mendengar tangisan di luar jendela saya. Saya pikir itu adalah anak yang dimarahi oleh orangtuanya, tapi tangisan itu semakin keras dan tidak terdengar seperti anak kecil,” ujarnya
Setelah melihat keluar, ia mengaku terkejut mengetahui peristiwa penganiayaan ini.
"Saat itulah saya melihat seorang wanita yang bekerja sebagai tukang sampah, perlahan bangkit dari tumpukan sampah jalanan," tuturnya.
BACA JUGA: Kejam! Guru Ini Pukul Tangan Siswi SMP hingga Tulang Jarinya Retak
Menurutnya, ketika insiden itu terjadi, teman wanita Ge mendorong Liu sambil berteriak, "Berapa banyak uang yang saya hasilkan? Berapa banyak uang yang kamu hasilkan? Anda tahu sekarang Anda menahan saya untuk menghasilkan uang?"
Tak lama setelah teman wanitanya mendorong petugas pembersih itu, Ge ikut menghampirinya. Ia pun mulai memukuli Liu.
Menurut penghuni apartemen tersebut, warga di sekitar yang melihat insiden ini tidak tinggal diam. Ia dan warga lainnya pun mendekati pelaku untuk menghentikan aksi “sok jagoannya” tersebut. Mereka berusaha membela tukang sampah yang tidak berdaya itu.
"Anda menggertak seorang pekerja sanitasi, apakah Anda tidak malu?" ujar penghuni apartemen itu kepada si profesor.
Ketika warga mulai mendekat, Ge menyadari bahwa ada saksi yang melihat tindakannya tersebut. Dia dan temannya pun berusaha melarikan diri. Namun, rencananya gagal karena dihalangi oleh beberapa orang.
Saat itu, Ge mencoba memberikan penjelasan yang membenarkan tindakannya. Ia menyalahkan si tukang sampah.
"Dia membuat saya memukulinya!" ujar Ge.
Penghuni apartemen bersama warga lainnya pun memutuskan untuk mengajukan laporan ke polisi. Namun, mereka dihalangi oleh seorang pria yang mengaku sebagai asisten Ge. Menurut sang asisten, Ge merupakan seorang profesor dari Shaanxi University of Science and Technology. Ia baru saja kembali dari luar negeri dan tidak terbiasa dengan kebiasaan di tempat tersebut.
Menurut penghuni apartemen itu, dengan tindakan tersebut, Ge sangat tidak layak menjadi guru. Ge harus mendapat pelajaran dari tindakan sewenang-wenangnya tersebut. Dengan bantuan beberapa warga lainnya, mereka berhasil melacak Ge dan mengungkap perbuatan buruknya.
Ge pun diskors dari universitas. Sementara teman perempuannya diketahui tidak bekerja di universitas tersebut.
Polisi Xian pun ambil tindakan atas perbuatan Ge. Dalam sebuah pernyataan, otoritas berwenang di sana mengatakan bahwa profesor tersebut akan ditahan selama 10 hari dan didenda sebesar 500 yuan atau sekira Rp1 juta karena memukuli pekerja tersebut.
Mengaku menyesali perbuatannya, Ge pun menulis surat permintaan maaf yang dimuat di akun Weibo milik Shaanxi University. Dalam posting-an pada Kamis 5 Oktober 2017 itu, Ge mengaku menyesali perbuatannya dan akan bertanggung jawab mengobati luka yang diderita Liu.
Pihak universitas sendiri tak tinggal diam dengan tindakan Ge. Di akun Weibo, pihak universitas mengatakan bahwa profesor tersebut kini telah diskors. Pihak kampus telah menyiapkan sebuah tim untuk membantu polisi melakukan penyelidikan. Mereka akan menangani kasus tersebut secara serius sesuai dengan hasil penyelidikan
