VIRAL Bocah Menangis Lihat Teman-temannya Bermain dengan Ibu mereka, Terungkap Fakta di Baliknya.
Viral video di Facebook yang menunjukkan seorang bocah laki-laki menangis melihat teman-temannya bermain bersama ibu mereka masing-masing.
Seorang bocah yang duduk di sekolah dasar, menangis saat mengetahui teman-temannya bisa bermain dengan ibu mereka di sekolah saat Hari Ibu.
Dikutip Tribunnews dari World of Buzz, seorang pengguna Facebook mengunggah video bocah menangis tersebut pada Jumat (9/8/2019).
Dalam video itu, tampak bocah yang mengenakan seragam berdiri sambil memegang pagar besi sekolah.
Bocah itu diketahui melihat semua teman-temannya bermain bersama para ibu mereka sementara ia sendirian.
Sekolah si bocah, Rumpa School, yang terletak di Om Noi, Thailand, menggelar acara khusus untuk merayakan Hari Ibu.
Selama jam sekolah, semua murid diperbolehkan mengajak sang ibu untuk bermain bersama.
Sayang, tampaknya sang ibu bocah ini tak bisa menghadiri acara tersebut.
Jadi ia harus menonton teman-teman sekolahnya dari jauh.
Banyak warganet yang merasa kasihan pada bocah itu dan meninggalkan komentar.
"Seharusnya jangan mengadakan acara Hari Ibu jika tak semua anak bisa membawa ibunya. Kasihan sekali."
"Aku merasa kasihan pada bocah ini. Kapan sekolah-sekolah menghentikan acara seperti ini?
Tidak semua anak bisa membawa ibunya."
"Sekolah bisa saja tak menggelar acara ini.
Aku sebenarnya tak pernah setuju, karena akan ada anak-anak seperti dia."
"Jika aku menjadi gurunya, aku tak akan menyelenggarakan acara seperti ini.
Aku merasa kasihan pada anak-anak yang ibunya tak bisa datang, atau kemungkinan terburuk, ia tak memiliki ibu."
Meski begitu, ada beberapa warganet yang menyalahkan ibu si bocah karena tak datang.
Namun, pengguna Facebook yang mengunggah video itupun memberikan klarifikasi.
Di kolom komentar, ia mengatakan ibu si bocah akhirnya datang.
Ibu itu terlambat karena ia sibuk mempersiapkan barang-barang yang akan dijual ke pasar.
Sang ibu sempat khawatir tak bisa hadir dalam acara sekolah sang buah hati karena mempersiapkan barang jualan menghabiskan banyak waktu.
Beruntung ia berhasil datang ke sekolah sang putra meski terlambat.
Sumber : Tribunnews.com
