Ketabahan Seorang Ibu, Suami Meninggal saat Anak Berjuang Lawan COVID-19, Begini Kisahnya
Seorang ibu menunjukkan sikap tabah yang luar biasa. Anaknya sedang dirawat intensif akibat terpapar COVID-19 dan mengalami pendarahan saat buang air.
Ketika tengah berjuang mencari donor darah untuk sang anak, ibu tersebut kembali menerima cobaan. Suami tercinta tiba-tiba meninggal dunia.
Tak lama kemudianm sang anak menyusul ayahnya itu pergi untuk selama-lamanya.
Baca Juga:
Peserta Terkonfirmasi COVID-19 Tetap Diizinkan Ikut Susulan SKB CPNS, Ini Jadwalnya!
DKI Jakarta hingga Sumut Sumbang Penambahan Kasus Sembuh Covid-19 Tertinggi
Demi Sembuhkan Pasien Corona, BPOM Izinkan Pemakaian Obat Remdesivir dan Favipiravir
Kisah ibu ini dibagikan seorang dokter berparas cantik bernama Citra Cesilia.
Dia membagikan kisah tersebut melalui media sosial Instagram @citracesilia, belum lama ini.
dr Citra menceritakan tentang pasien COVID-19 yang telah dirawatnya sejak tiga pekan. Pasien tersebut mengalami gejala berat. Kondisi kesehatannya tidak stabil untuk beberapa saat.
Bahkan, pasien itu mengalami pendarahan saat buang air. Pasien tersebut akhirnya kekurangan banyak darah hingga memerlukan tranfusi.
Nahasnya, saat itu hanya tersedia dua kantong darah. Pihak rumah sakit dan ibu pasien tersebut kemudian bersusah payah mencari donor darah yang sesuai.
Saat tengah sibuk mencari bantuan darah, tiba-tiba ibu pasien tersebut mendengar kabar bahwa suaminya meninggal dunia.
Tidak seperti orang kebanyakan, ibu tersebut tampak begitu tabah menghadapi musibah yang datang bertubi kepadanya
Dia bahkan meminta dr Citra agar menutupi kabar duka ini kepada anaknya yang tengah dirawat.
"Ibunya nelfon gw, 'dok, bisa minta tolong amankan HP anak saya? Saya takut dia buka HP, ayahnya meninggal dook barusan. Saya takut dia drop dengar berita ini,'" cerita dr Citra.
dr Citra tersentuh melihat ketegaran ibu tersebut. Di saat anaknya sedang berjuang sembuh dari COVID-19, suaminya justru meninggal dunia.
Meski demikian, ibu tersebut tidak menangis histeris saat menghubungi dr Citra. Inilah yang membuatnya salut.
"Gak pakai nangis, gak pakai teriak-teriak histeris. Tapi lebih ke rasa khawatir takut anaknya shock mendengar berita ini," tulis dr Citra.
"Kebayang gak sih, lagi pusing ngurusin donor untuk darah anak, anak lagi perburukan, mana COVID-19 terkonfirmasi pula, eh tiba-tiba dengar kabar suami meninggal," sambungnya.
Setelah itu, dr Citra keluar dari ruang isolasi rumah sakit dan mendapati ibu pasien itu tengah duduk seorang diri. dr Citra pun menghampiri.
"Bu, ngapai?" tanya dr Citra.
Sadar dr Citra datang, ibu itu kemudian berdiri. Dia sontak teringat dengan anaknya.
"Dok, HP anak saya sudah diamankan? Jangan dikasih tahu dulu ya dok, mereka dekat. Saya takut dok," jawab ibu itu.
"Takut apa ibu?" tanya dr Citra kembali.
"Saya takut anak saya menyusul ayahnya," jawab itu tersebut.
dr Citra kembali terharu melihat sikap ibu itu yang begitu tegar menghadapi cobaan.
"Sabar ya, bu," kata dr Citra sembari memegang pundak wanita tangguh tersebut.
Melihat perhatian dr Citra, air mata ibu tersebut akhirnya tak terbendung lagi. Dia pun memeluk dr Citra sembari menangis.
"Dalam hati gua ibu ini pasti dari tadi menahan semuanya, rasa sakit, rasa takut, semua," tulis dr Citra.
Tak butuh waktu lama bagi ibu itu untuk meratapi duka. Dia kemudian berhenti menangis dan langsung bertanya mengenai kondisi anaknya.
"Terus habis nangis (nangisnya cuma sebentar, asli) ibu ini langsung bilang 'dok apa yang harus saya lakukan sekarang? Anak saya kapan dipindahkan ke ICU? Saya masih bisa pulang dulu gak dok mengurus pemakaman suami saya?'" dr Citra menceritakan ibu itu.
dr Citra kemudian mengungkapkan peristiwa luar biasa yang dialami setelah itu. Entah kenapa, semua keperluan untuk anak ibu semua terpenuhi pada hari itu.
"Dan tau gak, 23 hari dia dirawat selalu gak kebagian ICU, karena tau kan bagaimana rebutannya. Tiba-tiba hari ini semua dilancarkan, ICU ada, langsung ACC, dia dapat donor darah, kaya semua dimudahin aja gitu. Jelas ini bukan kerjaan manusia, tapi Allah yang punya kuasa," tulis dr Citra.
Belum sampai di situ, duka sang ibu kembali mendera lantaran anaknya juga meninggal dunia tak lama kemudian.
