Jangan Terlalu Sering Memarahi Anak, Ini yang Akan Terjadi Pada Otak Anak yang Sering Dimarahi
Semua Orang Tua Pasti Pernah memarahi anak ! Tapi Kalau Anda
Terlalu Sering, Anda harus menghentikannya dari sekarang. Pasalnya
mengajari kebaikan pada anak tidaklah harus menggunakan nada suara
tinggi dan amarah.
Demikian dikatakan Pegiat Perlindungan Anak sekaligus Pendiri
Yayasan SEJiWA, Diena Haryana baru-baru ini di Jakarta pada
NNC.Dijelaskan Diena, mendidik kebiasaan anak akan membuat pola
guratan pada otak Anak.
Pola guratan di otak akan terbentuk apabila kebiasaan-kebiasaan telah
tertanam dalam benak anak.
Misalkan ajarkan anak letakkan handuk setelah mandi. Hari pertama
diterapkan baik, hari kedua anak lupa, ya ingatkan lagi. Kalau anak lupa
lagi, terus ingatkan hingga jadi kebiasaan baik pada anak. Nanti itu akan
timbulkan guratan pada otak, sehingga miliki kebiasaan baik,” kata
Diena.
Baca Juga
Bayi Usia 36 Hari Sembuh dari Covid-19, Disambut Riuh Tenaga Medis
Hemat & Bersahabat , Wajah Kinclong, Bening , Bersih Berseri Dengan
Daun Jambu Biji , Simak ulasan Berikut
Bak Mukjizat, Bayi Positif Corona Terbangun Usai Koma 32 Hari
Lebih lanjut Diena katakan, apabila orang tua mengajarkan anak dengan
amarah maka akan ada perkembangan lain yang terjadi. Amarah ini
hanya akan membuat anak selalu merasa takut dan tidak bisa fokus
berpikir.
“Kalau orang tua marah, guratan di otak anak isinya hanya “mama
marah”. Jadi bukan kebiasaan baik yang tertanam, tetapi malah
ketakutan,” kata Diena.
Ketika guratan pada otak anak terbentuk dari amarah, kata Diena ada
tiga bentuk reaksi yang terjadi pada anak yakni aktif, pasif dan pasif
agresif.
Aktif adalah ketika anak menjadi keras seperti orang tua, pasif ketika
anak tidak percaya diri dan takut, hingga pasif agresif ketika anak
pendiam dan bila merasa marah akan diluapkan dengan luar biasa
amarahnya.
“Bila sudah terjadi seperti itu anak akan mencari pelarian. Pelarian ini
bisa positif dan jadi momen belajar sesuatu atau negatif akan melakukan
tindakan diluar dugaan, seperti a
Sumber : alodokter.com
